Alangkah Indahnya Islam

Post a comment

Shamir bin Maisakh,
Yahudi yang Tertarik Islam

DI Mesir, Gubernur Amr bin Ash sedang mengadakan berbagai proyek pembangunan. Tersebutlah seorang Yahudi yang bernasib malang. Tanah dan rumahnya terkena proyek pembangunan. Seorang petugas tatakota membicarakan masalah tersebut.
"Shamir bin Maisakh, ketahuilah bahwa tempat tinggalmu terkena proyek pembangunan. Di tempatmu ini cocok sekali dibangun sebuah masjid," kata petugas itu.
"Lalu bagaimana dengan saya, Tuan?"
"Terpaksa kamu harus pergi dari sini mencari tempat lain. Kami akan memberi ganti rugi dua kali lipat harga tanah di sini," bujuk petugas itu.
"Saya tidak mau," jawab Shamir bin Maisakh.
"Tiga kali lipat?"
"Tidak mau."
"Empat kali lipat atau lima kali lipat?" bujuk petugas itu lagi.
"Walaupun sampai tujuh kali lipat atau bahkan sepuluh kali lipat pun saya tetap tidak mau," ujar Shamir bin Maisakh mantap. Petugas itu tidak bisa berbuat apa-apa. Ia pergi melaporkan masalah tersebut kepada Gubernur Amr bin Ash. Menurut keputusan Gubernur, terpaksa rumah tersebut harus dibongkar dan pembangunan masjid itu harus tetap dilaksanakan.
Betapa sedihnya hati Shamir bin Maisakh. Uang ganti rugi tidak jadi diterima, sedangkan tempat tinggalnya tetap dibongkar. Dalam kesedihan seperti itu, Shamir bin Maisakh berniat mengadukan masalah tersebut kepada Khalifah Umar bin Khathab. Shamir bin Maisakh pun pergi ke Madinah.
Shamir bin Maisakh belum mengenal wajah Khalifah Umar bin Khathab. Ia hanya tahu nama saja. Ketika sampai di perbatasan kota Madinah dan melihat seorang laki-laki bertubuh tegap sedang berteduh di bawah pohon, segera ia hampiri.
"Permisi Tuan. Saya dari Mesir. Apakah Tuan orang Madinah?" tanya Shamir bin Maisakh.
"Waktu dilahirkan di Makkah, namun sudah lama tinggal di sini," jawab laki-laki bertubuh tegap yang nampaknya keras itu. "Apakah Tuan tahu di mana istana Khalifah Umar bin Khathab?"
"Ya, tahu. Ada apa?"
"Di mana istananya?"
"Di atas lumpur."
"Di atas lumpur?" tanya Shamir bin Maisakh keheranan.
"Tentu Tuan bercanda. Bagaimana pakaian kebesarannya, apakah berpakaian dari sutera atau beludru?" tanya Shamir bin Maisakh lagi.
"Pakaiannya malu dan taqwa."
Orang Yahudi itu semakin tidak mengerti dengan jawaban-jawaban itu. Dalam hatinya berkata, "Apakah yang sedang di hadapinya itu orang gila?"
"Bagaimana pengawal istananya?" tanya Shamir bin Maisakh lagi.
"Janda-janda tua, orang-orang jompo, dan fakir-miskin. Itulah pengawal Umar bin Khathab."
"Apakah kira-kira sekarang dia ada di istananya?"
"Tidak ada. Dia sedang pergi keluar."
"Ke mana, ya?"
"Sedang berhadapan dengan kamu sendiri."
"Hah! Tuankah Khalifah Umar bin Khathab?" tanya Shamir bin Maisakh keheranan dan terkejut.
"Ya, akulah Umar bin Khathab. Ada apa Anda mau menemuiku?"
Orang Yahudi itu segera menceritakan permasalahannya secara jelas.
"Benarkah begitu?" tanya Khalifah Umar bin Khathab.
"Benar Tuan."
"Kalau begitu tolong carikan tulang dan bawa kepadaku!" perintah Khalifah Umar bin Khathab.
"Tulang? Untuk apa tulang? Saya ke sini mau minta keadilan, bukan tulang, Tuan."
"Pokoknya carilah tulang. Nanti engkau akan mengerti," kata Khalifah Umar bin Khathab menegaskan.
Orang Yahudi itu pun segera pergi mencari tulang. Tidak lama kemudian ia telah mendapatkannya dan segera diberikan kepada Khalifah Umar bin Khathab. Kemudian Khalifah Umar bin Khathab menghunuskan pedangnya.
Dengan pedangnya itu Khalifah Umar bin Khathab menggoreskan sebuah garis lurus pada tulang itu. Selanjutnya tulang itu diberikan lagi kepada orang Yahudi tersebut.
"Nah, berikanlah tulang ini kepada Gubernur Amr bin Ash. Sampaikan salamku kepadanya," kata Khalifah Umar bin Khathab.
Dalam keadaan tidak mengerti, Shamir bin Maisakh segera pulang ke Mesir untuk menyerahkan tulang yang telah diberi garis lurus oleh Khalifah Umar bin Khathab. Sesampainya di Mesir, benda itu diberikan kepada Gubernur Amr bin Ash.
Alangkah terkejutnya Gubernur Amr bin Ash ketika menerima tulang tersebut. Wajahnya nampak memerah, dan selanjutnya berubah menjadi pucat pasi. Tangannya gemetar. Saat itu juga Gubernur Amr bin Ash memerintahkan kepada kepala proyek tatakota untuk membatalkan pembangunan masjid di tempat orang Yahudi itu.
"Pembangunan masjid di atas tanah milik Shamir bin Maisakh agar dibatalkan. Rumah itu segera didirikan lagi. Berilah
ganti rugi kepadanya," demikianlah Gubernur Amr bin Ash mengeluarkan keputusannya.
Orang Yahudi itu tambah tidak mengerti. Ia benar-benar bingung. Banyak kejadian yang tidak terjangkau akal pikirannya.
"Sebentar Tuan Gubernur. Bolehkah saya mengetahui sesuatu? Mengapa Tuan takut melihat tulang yang digores itu?" tanya Shamir bin Maisakh penasaran.
"Ketahuilah, bahwasanya aku telah mendapat peringatan keras dari Khalifah Umar bin Khathab atas tindakanku terhadapmu. Ia seolah-olah berkata, 'Hai Amr bin Ash, berbuatlah jujur dan adil seperti lurusnya garis ini. Bila bengkok, maka pedangku akan meluruskan dirimu sampai akhirnya engkau seperti tulang yang tidak berharga ini.'
Demikianlah sebenarnya," kata Gubernur Amr bin Ash menjelaskan.
"Oh, begitu?" kata Shamir bin Maisakh menanggapi penjelesan Gubernur Amr bin Ash.
"Kalau begitu Islam benar-benar adil," lanjut Shamir bin Maisakh.
"Islam sangat adil," jawab Gubernur Amr bin Ash.
"Kalau begitu, biarlah tanah dan rumahku akan kujariahkan untuk pembangunan masjid. Saksikanlah, bahwa mulai saat ini aku akan berikrar masuk Islam," ucap Shamir bin Maisakh mantap dan melantunkan dua kalimah syahadat yang dituntunkan kepadanya.

=====

 

Mencapai Derajat Wali

Post a comment

Oleh Drs. H. ENTANG MUCHTAR Z.A.
Sumber:
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/1103/10/0109.htm

CERITA tentang "wali" sepertinya sarat dengan kesaktian-kesaktian dan pertapaan. Seorang "wali" dipercaya bisa menghilang, berjalan di atas air, bahkan bisa mengubah suatu benda menjadi bentuk lain. Seperti buah aren bisa diubah menjadi emas. Sementara itu, pertapaan dan bertapa dipercaya sebagai cara dan tempat untuk mendapatkan "kesaktian" itu.

Dipilihnya tempat-tempat yang sunyi, jauh dari keramaian orang banyak, seperti tempat kuburan, di bawah pohon yang tinggi dan rindang, bahkan di atas batu yang besar. Di tempat-tempat seperti itulah ia menyendiri dengan konsentrasi yang tinggi untuk tidak dapat digoda oleh godaan-godaan, baik lahir maupun batin.

Bahkan, ada cerita lain tentang orang yang dipercayai sebagai "wali", yaitu bahwa ia setiap salat Jumat tidak hadir di masjid jami yang biasa dipakai untuk salat Jumat. Ia tetap tinggal di kamar rumahnya. Ketika ditanyakan, kenapa ia tidak salat Jumat? Maka, jawabannya, secara lahir memang ia kelihatan tidak hadir di masjid, tetapi secara batin ia melaksanakan salat Jumat di Masjidil Haram Mekah. Demikianlah. Memang cukup "sakti" wali itu.

Cerita tentang "kesaktian" wali seperti tadi memang sudah telanjur dipercayai sebagian besar umat Islam di negeri ini. Dengan demikian, untuk mencapai derajat "wali" sungguh sangat berat. Tidak sembarang orang bisa menjadi "wali". Oleh karena itu, jumlah "wali" di Indonesia tidak berubah, tetap saja sanga. Padahal, jika memperhatikan firman Allah dalam Alquran, rasanya untuk mencapai derajat "wali" tidaklah seberat itu.

Seperti dalam surat Yunus ayat 62-64, Allah berfirman yang artinya, "Ingatlah! Bahwa sesungguhnya wali-wali Allah itu adalah mereka yang tidak punya rasa takut dan tidak juga bersedih. Mereka adalah orang-orang yang beriman dan bertakwa. Mereka sudah mendapatkan berita gembira baik di dunia maupun untuk nanti di akhirat, sama sekali tidak akan ada pergantian terhadap keputusan Allah dan itulah keberuntungan yang besar."

Bahkan, dalam sebuah hadis qudsi, Allah telah memberikan petunjuk praktis yang jelas dan bisa dikerjakan oleh setiap mukmin yang mempunyai keinginan untuk menjadi "wali Allah", tanpa kecuali. Dalam hadis qudsi itu Allah berfirman, "Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku, Aku akan mengumumkan perang dengan orang itu. Tidakkah seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan mengerjakan amal-amal yang Aku senangi, di antara amal-amal yang Aku fardukan dan tidaklah juga hamba-Ku itu terus-menerus mendekatkan diri kepada-Ku dengan mengamalkan amalan-amalan tambahan, yaitu nafilah (sunat) sehingga Aku mencintainya dan apabila Aku sudah mencintainya, Akulah yang memelihara pendengarannya ketika ia mendengar, Akulah yang memelihara penglihatannya ketika ia melihat, Akulah yang memelihara tangannya ketika ia berbuat, dan Akulah yang memelihara kakinya ketika ia berjalan.
Apabila ia meminta kepada-Ku, Aku akan memberinya dan apabila ia memohon perlindungan kepada-Ku, Aku akan melindunginya."

Petunjuk Allah SWT. tentang tahapan-tahapan amal yang mesti dikerjakan oleh semua hamba-Nya yang ingin sampai ke derajat "wali" sangatlah jelas. Bisa dikerjakan oleh semua orang yang beriman. Tahapan amal yang pertama, mengerjakan amal-amal yang difardukan oleh Allah sesempurna mungkin. Salat yang lima kali, saum di bulan Ramadan, zakat, dan haji. Semua yang fardu itu dikerjakan secara tertib, tepat waktu, tepat kaifiyat (cara) dan kekhusyukannya.

Kemudian, jika yang fardu sudah dikerjakan dengan baik, ditambah dengan mengerjakan amal-amal yang nafilah (sunat) secara kontinu. Karena memang setiap amal yang difardukan selalu disertai amal yang nafilah (sunat). Ada salat sunat, saum (puasa) sunat, sedekah, sebagai sunat dari zakat dan sunat haji, yaitu umrah. Jika semua amal-amal yang sunat itu sudah dikerjakan secara mudawamah (kontinu), sebagai tambahan bagi yang fardu, amal-amal itulah yang bisa mengantarkan ke derajat "wali Allah".

Jika sudah menjadi "wali", Allah akan membelanya dari segala gangguan musuh-musuhnya yang mengancam padanya.
Jika sudah ada pembelaan dari Allah, "kesaktian" akan bisa dimiliki. Walaupun, "kesaktian"-nya itu tidak bisa menjadikan ia bisa menghilang, berjalan di atas air, dan tidak juga bisa mengubah batu menjadi emas. Selain itu, apabila ia berdoa, doanya akan dijawab dan apabila ia memohon perlindungan, Allah akan memberi perlindungan. Jika sudah mendapat pembelaan dari Allah, doa sudah dijawab, dan mendapat perlindungan dari Allah, pantas bagi seorang "wali" Allah tidak akan punya rasa takut dan tidak merasa sedih. Tidak takut untuk mengatakan yang benar, sekalipun di hadapan penguasa yang zalim dan tidak juga bersedih untuk meratapi kegagalan dalam perjuangan.

Semua fardu di bulan Ramadan, kemudian ditambah dengan saum-saum sunat secara kontinu, itulah salah satu amal
yang bisa mengantarkan ke derajat "wali". Di saat melaksanakan saum, demi kesempurnaan dan diterimanya oleh Allah sebagai suatu pengabdian kepada-Nya, yang dipelihara tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mampu memelihara pendengaran penglihatan, tangan, dan kaki dari segala pekerjaan yang tidak baik. Demikian juga seorang hamba, apabila sudah sampai ke derajat "wali", pendengaran, penglihatan, tangan, dan kaki sudah dipelihara oleh Allah dalam penggunaannya. Dengan demikian, ia akan mendapatkan dan merasakan adanya "kesaktian".

Kisah tentang sahabat Nabi dalam sebuah peperangan yang melemparkan batu berikil ke arah musuhnya yang kafir. Ternyata hanya dengan lemparan batu kecil, orang kafir itu bisa mati dan terkalahkan. Sahabat sendiri kaget dan bertanya-tanya, mengapa lemparan batu kecil itu bisa menjadi sebab kematian si kafir? Kemudian, Allah menjelaskan dengan firman-Nya, "Bukanlah kamu yang menembak, di saat kamu menembak, tetapi Allah-lah yang menembak." Itulah "kesaktian" yang diberikah Allah kepada hamba-hamba-Nya yang telah menjadi wali-Nya. Betul-betul "kesaktian" dari Allah. Bukan dari setan. ***

Penulis, Ketua Bidang Jam'iyyah PP Persis.

=====

 

Teruslah Berjuang, Saudaraku Muslimah

Post a comment

Hari ini aku baca berita tentang,
Saudaraku muslimah di Perancis, Jerman, Bavaria,
Yang atas nama sekularisme,
tak boleh lagi menutup rambut mereka di sekolah.
Dengan selembar kain bukti syahadat di hati mereka.

Aku cuma bisa menangis mendoakan mereka...
Di ujung sajadah di ujung malam...

Terlintas kembali di benakku...
16 tahun yang lalu ketika aku harus berlari,
menyelamatkan hijabku di sekolah.
15 tahun yang lalu ketika aku dan saudaraku,
dituding menyebar racun,
14 tahun yang lalu ketika aku harus,
mengikat erat jilbabku bukan takut tertiup angin,
tapi banyak orang siap menjambretnya dari atas motor mereka.

Lalu teringat aku...
13 tahun yang lalu ketika aku dan ribuan saudaraku muslimah.
bersujud syukur di halaman mesjid Al Azhar.
ketika saat yang dinanti sekian lama itu tiba,
adik-adikku bebas untuk menutup aurat mereka di sekolah.
kalimat Allah jua yang tinggi.
karena menutup aurat bagi kami adalah pembebasan sejati.
bukan ketertindasan dan keterpaksaan.

Kini di tanah ini keputusan manusia tlah jatuh.
untuk menutup pintu kebebasan itu.
Namun keputusan Allah tak mengenal pintu.
Tak terikat waktu.
Teruslah berjuang, saudariku muslimah.

from : Dian

* * *
Publikasi: Eramuslim,22/12/2003 09:51 WIB

 

Ungkapan Cinta

Post a comment

Manusia memang makhluk rumit. Dan suka aneh sendiri.
Hal-hal yang pingin kita omongin, atau yang harus kita bilang, justru
malah tak pernah kita ungkap. Parahnya lagi, kita terbiasa pake
simbol-simbol atau kata-kata lain buat menunjukkan arti sebenarnya.
Walhasil, seringkali maksud kita itu jadi tak terkomunikasikan dan
membuat orang lain merasa bete,nggak disayang, nggak dihargai.
Iya sih, ada saat-saat kita merasa nggak nyaman
mengekspresikan cinta yang kita rasa.
Karena takut mempermalukan orang lain,
atau diri kita sendiri, kita ragu buat bilang, "I love you".
Jadinya, kita menyampaikan perasaan itu lewat kata-kata yang lain;
"jaga diri baik-baik", "belajar yang bener","hati-hati di jalan",
"jangan ngebut", "jangan lupa makan". Tapi,sebenarnya, itu cuma opsi-opsi
lain dari perkataan yang sesungguhnya; "saya sayang kamu", "saya
peduli sama kamu", "kamu sangat berarti buat saya", "saya nggak mau
kamu terluka".

So, nggak ada salahnya kita coba MENDENGARKAN CINTA lewat
kalimat-kalimat yang dikatakan orang lain. Ungkapan
eksplisit itu penting,
tapi bagaimana kita mengungkapkannya bisa jadi
jauh lebih penting. Setiap pelukan bermakna cinta
meski kata-kata yang keluar
sangat berbeda. Setiap perhatian yang diberikan orang lain
menyimpan cinta walau bentuknya kaku, atau mungkin kasar. Yang
pasti, kita harus mencari dan mendengar cinta yang ada di baliknya.

Seorang ibu bisa ngomelin anaknya karena nilai rapot atau
kamar yang berantakan. Si anak mungkin hanya mendengar omelannya.
Tapi kalo dia bener-bener MENDENGAR,
dia bakal mendapatkan cinta di sana. Kepedulian
dan cinta ibunya muncul dalam bentuk omelan. Tapi gimana
pun juga, itu adalah cinta.

Seorang gadis pulang larut malam, dan akhirnya dapat
kuliah gratis dari bokapnya.
Gadis itu cuma menangkap kemarahan sang bokap.
Tapi kalo dia mencoba untuk MENDENGARKAN CINTA, dia bakal menemukannya.
"Kamu gimana sih, Papa jadi khawatir sama kamu," kata bokapnya. Tau
nggak, itu sama aja dengan "Papa sayang dan peduli sama kamu. Kamu sangat
berarti buat Papa" yang sayangnya, nggak tersampaikan dengan lisan.

Kita mengungkapkan cinta dalam banyak cara--hadiah ulang
tahun, pesan-pesan kecil, dengan senyuman,dengan air mata. Cinta
tak hanya ada dalam kata-kata, tapi juga dalam diam. Dan seringkali
kita menunjukkan cinta dengan memaafkan orang yang nggak mau
mendengar cinta yang kita sampaikan.

Masalah dalam "mendengarkan cinta" adalah kesulitan dan
keterbatasan kita untuk mengerti bahasa cinta yang dipakai orang lain.
Yang kerap terjadi, kita jarang mendengarkan orang lain. Kita
mendengar kata-kata,
tapi kita tidak mempertimbangkan ekspresi atau
tindakan-tindakan yang
mengiringi kata-kata itu. Sering pula kita cuma bisa
mendengar hal-hal negatif, penolakan, kesalahpahaman dan mengabaikan cinta
yang menjadi dasarnya.

Coba dengarkan, cinta-cinta yang ada di sekitar kita. Kalau
kita bener-bener berusaha mendengarkan, kita bakal menemukan bahwa
kita sebenarnya memang dicintai. Mendengarkan cinta bisa
membuat kita sadar bahwa dunia ini adalah tempat yang begitu indah.

Cinta adalah anugerah.
Membuat kita tertawa.
Membuat kita bernyanyi.
Membuat kita sedih.
Membuat kita menangis.
Membuat kita bertanya "kenapa?"
Membuat kita menerima.
Membuat kita memberi.
Dan yang paling penting, membuat kita hidup.

Bukanlah kehadiran atau ketidakhadiran yang penting;
kita tak perlu merasa kesepian meski kita sedang sendiri.
Sendiri itu perlu, lho.
Dan itu jangan sampai membuat kita jadi kesepian.
Yang jadi masalah bukan berada bersama seseorang, tetapi berada untuk seseorang.

Jangan pernah ragu nyatakan cinta. Jujurlah dengan apa
yang kita rasakan dan katakan. Nggak ada ruginya mengekspresikan diri.
Ambil kesempatan untuk mengungkapkan pada seseorang betapa pentingnya dia
buat kita. Lakukan, buat perubahan, hindari penyesalan.

Satu lagi, tetaplah dekat dengan kawan dan keluarga,
karena mereka telah
berjasa membangun diri kita yang sekarang. Cinta memang
ada untuk ditebarkan. Dan saat cinta yang kita berikan diterima,
atau dibalas, itulah saat hidup menjadi penuh makna

 

Aku Tidak Lebih Dulu ke Surga

Post a comment

Aku tidak tahu dimana berada. Meski sekian banyak manusia berada
disekelilingku, namun aku tetap merasa sendiri dan ketakutan. Aku masih
bertanya dan terus bertanya, tempat apa ini, dan buat apa semua manusia
dikumpulkan.

Mungkinkah, ah ... aku tidak mau mengira- ngira.
Rasa takutku makin menjadi-jadi, tatkala seseorang yang tidak pernah
kukenal sebelumnya mendekati dan menjawab pertanyaan hatiku.

"Inilah yang disebut Padang Mahsyar," suaranya begitu menggetarkan jiwaku.

"Bagaimana ia bisa tahu pertanyaanku," batinku. Aku menggigil, tubuhku terasa
lemas, mataku
tegang mencari perlindungan dari seseorang yang kukenal.

Kusaksikan langit menghitam, sesaat kemudian bersinar kemilauan. Bersamaan
dengan itu, terdengar suara menggema. Aku baru sadar, inilah hari
penentuan, hari dimana semua manusia akan menerima
keputusan akan balasan dari amalnya selama hidup didunia.

Hari ini pula akan ditentukan nasib manusia selanjutnya, surgakah yang akan
dinikmati atau
adzab neraka yang siap menanti.

Aku semakin takut. Namun ada debar dala dadaku mengingat amal-amal baikku
didunia. Mungkinkah aku tergolong orang-orang yang mendapat kasih-Nya atau
jangan-jangan ...
Aku dan semua manusia lainnya masih menunggu keputusan dari Yang menguasai
hari pembalasan. Tak lama kemudian, terdengar lagi suara menggema tadi
yang mengatakan, bahwa sesaat lagi akan dibacakan daftar manusia-manusia
yang akan menemani Rasulullah SAW di surga yang indah.

Lagi-lagi dadaku berdebar,

ada keyakinan bahwa namaku termasuk dalam daftar itu, mengingat banyaknya
infaq yang aku sedekahkan. Terlebih lagi, sewaktu didunia aku dikenal
sebagai juru dakwah. "Kalaulah banyak orang yang kudakwahi masuk surga,
apalagi aku," pikirku mantap.

Akhirnya, nama-nama itupun mulai disebutkan. Aku masih beranggapan bahwa
namaku ada dalam deretan penghuni surga itu, mengingat ibadah- ibadah dan
perbuatan-perbuatan baikku.

Dalam daftar itu, nama Rasulullah Muhammad SAW
sudah pasti tercantum pada urutan teratas, sesuai janji Allah melalui
Jibril, bahwa tidak satupun jiwa yang masuk kedalam surga sebelum Muhammad
masuk.

Setelah itu tersebutlah para Assabiquunal Awwaluun.

Kulihat Fatimah Az Zahra dengan senyum manisnya melangkah bahagia sebagai wanita
pertama
yang ke surga, diikuti para istri-istri dan keluarga rasul lainnya.

Para nabi dan rasul Allah lainnya pun masuk dalam daftar tersebut. Yasir
dan Sumayyah berjalan tenang dengan predikat Syahid dan syahidah pertama
dalam Islam.

Juga para sahabat lainnya, satu persatu para pengikut terdahulu Rasul
itu dengan bangga melangkah ke tempat dimana Allah akan membuka tabirnya.

Yang aku tahu, salah satu kenikmatan yang akan diterima para penghuni
surga adalah melihat wajah Allah. Kusaksikan para sahabat Muhajirin dan Anshor
yang tengah bersyukur mendapatkan nikmat tiada terhingga sebagai balasan
kesetiaan berjuang bersama Muhammad menegakkan risalah.

Setelah itu tersebutlah para mukminin terdahulu dan para syuhada dalam berbagai
perjuangan pembelaan agama Allah.

Sementara itu, dadaku berdegub keras menunggu giliran. Aku terperanjat
begitu melihat rombongan anak-anak yatim dengan riang berlari untuk segera
menikmati kesegaran telaga kautsar.

Beberapa dari mereka tersenyum sambil melambaikan tangannya kepadaku.

Sepertinya aku kenal mereka.

Ya Allah, mereka anak-anak yatim sebelah rumahku yang tidak
pernah kuperhatikan.

Anak-anak yang selalu menangis kelaparan dimalam hari sementara

sering kubuang sebagian makanan yang tak habis kumakan.

"Subhanallah, itu si Parmin tukang mie dekat kantorku," aku terperangah
melihatnya melenggang ke surga. Parmin, pemuda yang tidak pernah lulus SD
itu pernah bercerita, bahwa sebagian besar hasil
dagangnya ia kririmkan untuk ibu dan biaya sekolah empat adiknya.

Parmin yang rajin sholat itu, rela berpuasa berhari-hari asal ibu dan
adik-adiknya di kampung tidak kelaparan.

Tiba-tiba, orang yang sejak tadi disampingku berkata lagi, "Parmin yang tukang
mie itu lebih baik dimata Allah. Ia
bekerja untuk kebahagiaan orang lain." Sementara aku, semua hasil
keringatku semata untuk keperluanku.

Lalu berturut-turut lewat didepan mataku, mbok Darmi penjual pecel yang
kehadirannya selalu kutolak, pengemis yang setiap hari lewat depan rumah
dan selalu mendapatkan kata "maaf" dari bibirku dibalik
pagar tinggi rumahku.

Orang disampingku berbicara lagi seolah menjawab
setiap pertanyaanku meski tidak kulontarkan, "Mereka ihklas, tidak sakit
hati serta tidak memendam kebencian meski kau tolak."

Masya Allah ... murid-murid pengajian yang aku bina, mereka mendahuluiku
ke surga.

Setelah itu, berbondong-bondong jama'ah masjid- masjid tempat biasa
aku berceramah. "Mereka belajar kepadamu, lalu mereka amalkan.

Sedangkan kau, terlalu banyak berbicara dan sedikit mendengarkan.

Padahal, lebih banyak yang bisa dipelajari dengan mendengar dari pada
berbicara,"
jelasnya lagi.

Aku semakin penasaran dan terus menunggu giliranku dipanggil. Seiring
dengan itu antrian manusia-manusia dengan wajah ceria, makin panjang.

Tapi sejauh ini, belum juga namaku terpanggil. Aku mulai kesal, aku ingin segera
bertemu Allah dan berkata, "Ya Allah, didunia aku banyak melakukan ibadah, aku
bershodaqoh, banyak membantu orang lain, banyak berdakwah, izinkan aku ke
surgaMu."

Orang dengan wajah bersinar disampingku itu hendak berbicara lagi, aku
ingin menolaknya. Tetapi, tanganku tak kuasa menahannya untuk berbicara.
"Ibadahmu bukan untuk Allah, tapi semata untuk
kepentinganmu mendapatkan surga Allah, shodaqohmu sebatas untuk
memperjelas status sosial, dibalik bantuanmu tersimpan keinginan mendapatkan
penghargaan, dan dakwah yang kau lakukan hanya berbekas untuk orang lain,
tidak untukmu," bergetar tubuhku mendengarnya.

Anak-anak yatim, Parmin, mbok Darmi, pengemis tua, murid-murid pengajian,
jama'ah masjid dan banyak lagi orang-orang yang sering kuanggap tidak
lebih baik dariku, mereka lebih dulu ke surga Allah.

Padahal, aku sering beranggapan, surga adalah balasan yang pantas untukku atas
dakwah yang
kulakukan, infaq yang kuberikan, ilmu yang kuajarkan dan perbuatan baik
lainnya. Ternyata, aku tidak lebih tunduk dari pada mereka, tidak lebih
ikhlas dalam beramal dari pada mereka, tidak lebih bersih hati dari pada
mereka, sehingga aku tidak lebih dulu ke surga dari mereka.
Jam dinding berdentang tiga kali. Aku tersentak bangun dan,
astaghfirullah..., ternyata Allah telah menasihatiku lewat mimpi malam
ini.

 

RENCANA ALLAH PASTI INDAH

Post a comment

Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelaikain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawahadalah benang ruwet.Ibu dengan tersenyum
memandangiku dan berkata dengan lembut: "Anakku,lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini; nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas."Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu Semrawut menurut pandanganku. Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil, " Anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu. "Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah,dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya,
karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.Kemudian ibu berkata,"Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau,tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya. Sekarang, dengan melihatnya dari atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan.Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada Allah, "Allah, apa yang Engkau lakukan?" Ia menjawab : " Aku sedang menyulam kehidupanmu." Dan aku membantah," Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?"Kemudian Allah menjawab," Hambaku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan
pekerjaanKu dibumi ini. Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke sorga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu, dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu.
"Subhanallah... Beruntunglah orang2 yang mampu menjaring ayat indah Allah dari keruwetan hidup di dunia ini.Semoga Allah berkenan menumbuhkan kesabaran dan mewariskan kearifan dalam hati hamba-Nya agar dapat memaknai kejadian2 dalam perjalanan hidupnya, seruwet apapun itu. Amin.

subhanallah, tulisan ini benar-benar membuka pikiran kita bahwa Allah adalah Dzat Yang maha pengatur segala
sesuatu di alam ini. Tulisan ini mengingatkan saya bahwa kendati pun manusia punya keinginan, tetapi Allah
mempunyai keputusan yang tak mungkin dapat kita ubah. So, mari kita senantiasa bertawakkal kepada Nya

Wassalamualaikum wr wb.

 

Belajar Mencintai Dari Cicak

Post a comment

Kiriman: "Harsono"(Thanks 2U)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

-A True Story From Japan!!!! -
Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan tembok. Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong diantara tembok yang terbuat dari kayu. Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor cicak terperangkap diantara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah surat.

Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek surat itu, ternyata surat tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibangun. Apa yang terjadi? Bagaimana cicak itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun??? Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikitpun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal. Orang itu lalu berpikir, bagaimana cicak itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada surat itu! Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan cicak itu, apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan. kemudian, tidak tahu darimana datangnya, seekor cicak lain muncul dengan makanan di mulutnya....AHHHH!

Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor cicak lain yang selalu memperhatikan cicak yang terperangkap itu selama 10 tahun. Sungguh ini sebuah cinta...cinta yang indah. Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor cicak itu. apa yang dapat dilakukan oleh cinta? tentu saja sebuah keajaiban. Bayangkan, cicak itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu menganggumkan.

Saya tersentuh ketika mendengar cerita ini. Lalu saya mulai berpikir tentang hubungan yang terjalin antara keluarga, teman, kekasih, saudara lelaki, saudara perempuan..... Seiring dengan berkembangnya teknologi, akses kita untuk mendapatkan informasi berkembang sangat cepat. Tapi tak peduli sejauh apa jarak diantara kita, berusahalah semampumu untuk tetap dekat dengan orang-orang yang kita kasihi.
JANGAN PERNAH MENGABAIKAN ORANG YANG ANDA KASIHI!!!

Bagikan cerita ini kepada semua orang yang telah menyentuh hidup anda dan membuat anda bertumbuh, mengerti, dan memahami lebih dalam lagi tentang hidup. Bagikan cerita ini untuk semua orang.

http://soulful.untukkita.com

 

Doa wanita shalihah

Post a comment

Tuhanku,
Aku berdoa untuk seorang pria, yang akan menjadi bagian dari hidupku.
Seorang yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya
setelah Engkau.
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU.

Wajah ganteng dan daya tarik fisik tidaklah penting.
Yang paling penting adalah sebuah hati yang sungguh
mencintai dan haus akan Engkau dan memiliki keinginan untuk menjadi
seperti Engkau.

Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga
hidupnya tidaklah sia-sia.
Seseorang yang memiliki hati yang bijak bukan hanya otak yang cerdas.
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati aku.
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati
ketika aku berbuat salah.
Seorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tetapi karena hatiku.
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan
situasi.
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika
berada disebelahnya.

Aku tidak meminta seorang yang sempurna,
Namun aku meminta seorang yang tidak sempurna,
sehingga aku dapat membuatnya sempurna dimataMU.
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya.
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya.
Seseorang yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya.
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.

Dan aku juga meminta :
Buatlah aku menjadi seorang perempuan yang dapat membuat pria itu bangga.
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU,
sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU,
bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.
Berikanlah RohMU yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMU bukan
dari luar diriku.
Berilah aku tanganMU sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya.
Berikanlah aku mataMU sehingga aku dapat melihat
banyak hal baik dalam dirinya dan bukan hal buruk saja.
Berikan aku mulutMU yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaanMU dan
pemberi semangat,
sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari.
Berikanlah aku bibirMU dan aku akan tersenyum padanya setiap pagi.

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu,
aku berharap kami berdua dapat mengatakaan
"betapa besarnya Tuhan tu karena Engkau telah memberikan kepadaku
seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna".
Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang
tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang
Kautentukan.

 

Post a comment

Subject: Reuni -Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi-

Hanya sebuah cerita....tapi menarik u ngabuburit.....;-)

Sesungguhnya Allah disisi-Nya ilmu (tentang) kiamat, dan Dia menurunkan
hujan
dan mengetahui apa-apa dalam rahim. dan tiada seorang mengetahui apa
yang akan
dikerjakan besok dan tiada seorang mengetahui di bumi mana dia akan
mati.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti (Luqmaan :34)

----- Original Message ----- From: -bowo-

R e u n i

Reuni dengan teman-teman lama selalu bisa memberikan kejutan-kejutan,
yang
menyenangkan ataupun tidak. Apalagi setelah berpisah dua puluh tahun.
Dalam
sebuah reuni 'tanpa direncanakan' dengan teman-teman kuliah dua puluh
tahun
yang lalu berbagai cerita disampaikan oleh masing-masing. Setelah puas
mengomentari penampilan fisik masing-masing, "Kok berubah drastis? Kok
'panggah' saja? Dandy amat kamu sekarang, punya istri baru ya ?
Rambutmu
kamu taruh dimana? Badan melar gitu kok ya nekat pakai baju ketat" dan
lain-lain.

Dilanjutkan dengan bertanya bagaimana kabar masing-masing, berapa anak,
bagaimana pekerjaan, dan lain-lain.
Percakapan dengan tidak terasa mengalir begitu saja.

"Piye kabarnya si Ita, ada yang tahu nggak?"
Tiba-tiba ada yang bertanya tentang seorang teman yang jadi 'bunga'
kelas
karena kecantikannya dan menjadi rebutan banyak 'kumbang' termasuk
kami-kami ini.
"Lho, dia kan udah meninggal setahun yang lalu karena penyakit ginjal.
Cukup lama lho dia menderita karena harus cuci darah seminggu dua
kali."
Seseorang menyahut Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Diam-diam saya
bersyukur nggak 'jadian' sama dia. Soalnya dia juga nggak mau sama saya
sih!

"Eh, tahu nggak. Si Ani sekarang tinggal di Australia lho!"
"Lho kok bisa? Apa suaminya disekolahkan lagi?"
"Hi...hi..! Nggak tahu ya! Dia kan udah cerai dengan suaminya yang lalu
dan
lantas kawin sama bule Strali."
"Haa..?! Saya tidak bisa menahan rasa terkejut saya. Bagaimana mungkin
teman yang dianggap pasangan paling ideal waktu itu bisa cerai dan
kemudian
kawin dengan bule dan tinggal di Australi. (Lantas bagaimana dengan
anak
dan suaminya ya? Padahal suaminya baik sekali lho!)

"Eh, tahu si Anu nggak.. dia sekarang udah jadi pejabat penting di
Departemen Perhubungan. Kalau mau ketemu Menteri Perhubungan mesti
lewat
dia katanya."

"Ha..?! Anak 'lolak-lolok' gitu bisa jadi pejabat penting?!"

Surprise. Padahal dulu saya 'meramal' teman yang satu ini bakal
kesulitan
dalam kariernya. Lha wong emampuannya pas-pasan dan penampilannya
'ndeso'
gitu. Tapi..nasib orang siapa tahu?

"Masih ingat si Ina? Dia sekarang udah hampir menyelesaikan program
Doktornya lho!
"Ha.?! Bagaimana bisa ? Dulu diakan hampir drop-out karena nilainya
ancur-ancuran?!
"Ya, setelah lulus ia lalu melamar jadi dosen di luar Jawa. Disana
kariernya melaju dengan mulus. Ia sekarang jadi Ketua Jurusan"

Another surprise. hampir tidak pernah terbayangkan oleh saya bahwa
teman
yang satu ini akan berkarir jadi dosen. Bagaimana mungkin, sedangkan
jadi
mahasiswa saja dulunya dia kami anggap 'tidak layak' saking rendahnya
prestasi akademisnya. Tapi sekarang... hampir menyelesaikan program
doktornya. What a surprise!
Ternyata bukan hanya dia yang berkarir jadi dosen. Ada empat teman
lainnya
yang berkarir sama di berbagai PTN bergengsi di berbagai kota. Dan
hampir
semua dari mereka justru teman-teman yang tidak memiliki prestasi
akademis!

Salah seorang diantaranya bahkan begitu pendiamnya sampai kami beri
nama
sebutan 'Gong', kalau tidak dipukul tidak berbunyi. Kok bisa-bisanya ia
jadi dosen dan ngajar di depan kelas! Dunia memang penuh kejutan.
Sejenak
kami kemudian saling olok karena ternyata karier kami yang dulunya
punya
prestasi akademik lebih baik ternyata tidak secemerlang teman yang dulu
kami anggap 'di bawah anjing' alias 'underdog' itu.

"Si Fulan gimana kabarnya? Ada yang tahu, nggak" Si Fulan ini 'the
brightest student' di angkatan kami dan merupakan kebanggaan kelas kami
"Kasihan lho dia. Setelah keluar dari bank karena rasionalisasi dan
bertahun-tahun nggak punya pekerjaan tetap sekarang dia terpaksa
menerima
pekerjaan ngajar mulai Subuh hingga Isya'"

"Ha.!" Kami sejenak terpana membayangkan betapa nasib 'menelikung'
teman
yang 'bright' ini. Dulu rasanya kami semua yakin bahwa ia pasti akan
memiliki masa depan yang cerah karena kepintarannya. Ia dengan mudah
diterima
bekerja di bank terkenal dan kariernya meroket. Terakhir ia menjabat
sebagai kepala cabang dan kariernya amblas setelah bank tersebut kena
likuidasi. Ia mencoba melamar ke bank-bank lain tapi prospek perbankan
ternyata tidak bersahabat lagi dengannya. Dengan sisa-sisa tabungannya
ia
mencoba bertahan sampai akhirnya ia harus menyadari bahwa ia harus
bekerja
apa saja. Mengajar bahasa Inggris privat dan di sekolah-sekolah swasta
mungkin adalah satu-satunya pilihan yang tersisa.

Seorang teman lain yang juga memiliki prestasi akademik tinggi ternyata
nasibnya juga tidak bisa dikatakan cerah. Kariernya datar saja,
termasuk
kemampuan finansialnya. Ada juga seorang teman yang termasuk 'Top Gun'
yang
bekerja di BUMN dan memiliki karir cerah tapi mendapat masalah dalam
kehidupan keluarganya.

Want to hear another surprise? Seorang teman yang kami panggil 'Pak
Kyai'
saking alimnya ternyata kecantol dengan 'santri'nya dan membuat
keluarganya
berantakan. Padahal dulu dia selalu menasihati saya agar jangan
mempermainkan hati wanita kalau dia lihat saya sudah mulai pedekate
pada
gadis lain. Dalam hati saya istighfar berkali-kali. Kok bisa ya.?!

Dua puluh tahun waktu berlalu dan begitu banyak peristiwa terjadi.
Hidup
memang penuh dengan kejutan yang tidak terduga. Saya masih juga sulit
untuk
mengerti bagaimana nasib bisa mempermainkan hidup kita.
Padahal dulu saya iri banget pada teman-teman yang 'sempurna'. Otak
encer,
tongkrongan yahud, duit berlimpah, pergaulan luas. Everything was so
easy
for them. Eh., kok ya sekarang di 'sliding tackle' sama nasib.

Alhamdulilah nasib tidak turut 'menjegal' saya. Dalam banyak hal justru
nasib saya lebih baik daripada teman-teman yang dulunya rodanya ada di
atas.

Ya, Allah! Jadikan hamba termasuk golongan orang-orang yang bersyukur.
Amin!

 

Post a comment

Kala Pernikahan Dilelang...
Publikasi: 06/11/2003 09:52 WIB
eramuslim - Nama Amih, umur 25 tahun, status janda.... Mata saya langsung terfokus pada kata- kata "janda" di fotokopian KTP yang saya baca. Refleks saya berujar sedikit keras "Umur 25 tahun, sudah janda?" Temen disebelah meja saya langsung meledek. "Memangnya kamu Din, umur mau 26 status masih single.... dia masih mending, punya rekor menikah sekali, walaupun gagal... "

"Eitsss... jangan salah, emangnya nikah itu bisa asal-asalan apa? Mending status single lah daripada nikah tanpa adanya komitmen yang baik antar dua belah pihak!" cerocos saya sedikit sewot, teman saya malah tertawa-tawa meledek... dasar !!

Saya tambah penasaran ingin segera bertemu dengan orangnya, ingin ngobrol sekalian interogasi, bukannya ingin mengorek privacy orang, hanya sekedar ingin tahu saja, ngga salah kan?

Hari Senin tanggal 25 Agustus 2003 dia mulai masuk kerja, Perusahaan tempat saya bekerja memang sedang merekrut office girl baru Kebetulan meja saya berdekatan dengan meja HRD, jadi iseng-iseng saya baca KTP dan daftar Riwayat hidupnya, dia lulusan SMP, dan tinggal di kampung disekitar kawasan industri tempat saya bekerja. Perusahaan memang sengaja merekrut orang-orang kampung sebagai cleaning service dan office girl, karena memang ada kesepakatan antara pihak kampung dengan pengelola kawasan industri agar memprioritaskan orang-orang kampung sekitar kawasan sebagai tenaga kerja. Dulunya kawasan industri ini lahannya adalah milik orang-orang kampung yang kena gusuran karena akan didirikannya kawasan ini delapan tahun yang lalu.

Akhirnya tibalah hari Senin itu, saat makan siang sengaja saya duduk dekat dengannya...sedikit SKSD ( Sok kenal Sok dekat ). Sssst... saya terlalu penasaran ingin tahu kisahnya. Setelah pembicaraan yang agak lama akhirnya pembicaraan kami terfokus juga ke hal yang satu itu.

"Dulu sebelum kerja, disini, pernah kerja dimana?" tanya saya sedikit penasaran.

"Dulu saya jualan gorengan bu deket rumah, cuman karena anak saya udah mulai SD jadi saya nyari kerja yang gajinya lumayan buat biayain anak. Untungnya saya keterima kerja di sini," jawabnya lugu.

"Oooo, Amih udah punya anak, umur berapa tahun?" tanya saya lagi. Wah sudah mulai ngena pada apa yang mau saya tanyakan nih.

"Umur tujuh tahun bu, anak satu-satunya, saya nikah umur 17 tahun bu, trus pisah sama suami pas saya lagi hamil 3 bulan, abisnya suami saya suka main judi , minum dan sering gak pulang, saya gak tahan lagi bu. Jadi saya pulang kerumah orangtua saya," tanpa saya tanya lebih lanjut cerita itu meluncur sendiri dari bibirnya.

" Berarti sekarang kamu udah cerai?"

" Ngga cerai bu, cuman pisah aja, sampe sekarang ngga ada surat cerai, tapi dia udah kawin lagi sama perempuan kampung sebelah, dia gak pernah kasih biaya dan gak mau liat anaknya, sampe sekarang anak saya gak tau wajah bapaknya," ceritanya panjang lebar. "Memangnya dulu kamu kenal dia berapa lama sebelum mutusin buat nikah?" "Saya pacaran 2 tahun bu, dulu sih dia baik banget, gak ada keliatan suka main judi pokoknya baik banget deh bu, maka nya saya mau aja waktu dia ngajak kawin. Lagian di kampung saya umur 17 tahun itu dah pada nikah bu, orang tua saya juga nyaranin buat nikah aja, lumayan juga biar ngeringanin biaya orangtua," ujarnya polos.

Dada saya sedikit sesak mendengar penuturannya, lagi-lagi saya harus mendengar penuturan perempuan-perempuan polos dan lugu yang gagal dalam pernikahannya. Saya jadi teringat 6 bulan yang lalu, saat itu khadimat dirumah berhenti bekerja karena ingin istirahat dikarenakan sakit. Sedikit kesulitan juga mencari penggantinya, karena pembantu jaman sekarang harus benar-benar orang yang dapat dipercaya, kebetulan pembantu di rumah kakak saya bilang kalau dia punya kakak perempuan di kampungnya yang sekarang nganggur dan ingin bekerja, maka jadilah kami buat kesepakatan untuk bertemu kakaknya dan melakukan sedikit wawancara.

Saat datang kerumah, dia ditemani ibunya dan adiknya yang masih balita. Setelah ngobrol perihal pekerjaan yang akan ditugaskan, sedikit bercanda saya lontarkan pertanyaan, "Kok kakak beradik beda banget wajahnya, biasanya suka ada mirip-miripnya." Tanpa diduga si ibu nya calon khadimat kami itu menjawab, "Anak- anak saya, ketiga-tiga nya beda bapak, saya nikah empat kali, dari suami pertama sih gak dapet anak, dan tiga anak ini dari suami kedua, ketiga dan keempat, jadi gak ada yang sama bapaknya..." tutur si ibu dengan wajah lugunya, padahal umur si ibu itu sekarang baru 31 tahun. Tapi rekor menikahnya sudah empat kali...

Astagfirullah... Saya dan ibu saya sampai terbengong-bengong mendengarnya.

"Yah namanya dikampung, kalau umur lima belas dan udah lulus SD yaa tinggal nunggu dikawiniin, nerusin sekolah juga gak ada biaya, trus daripada dibilang perawan tua jadi ya kawin aja., trus kalo ngga cocok, berantem terus ,jadi ya cerai trus kawin lagi ma yang lain..."tuturnya dengan amat ringan. Saya yang terkaget-kaget... semudah itukah??

Haruskah pernikahan dijelang dengan pemikiran yang teramat "polos" seperti itu? Haruskah nantinya anak - anak lagi yang akan menjadi korban sehingga mereka akhirnya tidak terbiayai sekolahnya dan harus menerima nasibnya sebagai pembantu rumah tangga diusia 13 ataupun diam dikampung untuk kemudian mengikuti jejak ibunya. Dinikahkan di usia muda belia tanpa pemahaman yang baik tentang segala hal menyangkut pernikahan? Mending kalau pas lagi mujur bertemu dengan laki-laki yang punya tanggung jawab, kalau sebaliknya? Haruskah mata rantai itu terus menerus berputar dan tidak pernah terputus sehingga kesengsaraan terus menerus berlangsung?

Haruskah pernikahan dijelang karena kita takut dibilang "ngga laku" , "Perawan tua", dan lain sebagainya ? Sehingga karena ketakutan - ketakutan semacam itu membuat kita jadi asal pilih, asal nikah biar ngga ada lagi orang yang meledek? Tentu tidak...!!! Tapi memang tidak semua orang punya pilihan untuk mempertahankan keinginan - keinginan pribadinya, untuk menentang keinginan - keinginan orang disekitarnya terutama orangtua, terutama dikampung - kampung yang memang latar belakang pendidikan dan pemahaman tentang konsep pernikahan amat minim, sehingga benar-benar terdesak dalam posisi menerima apa adanya.

Haruskah pernikahan dijelang hanya untuk memuaskan hasrat biologis, lalu setelah bosan maka ditinggalkan begitu saja seperti habis manis sepah dibuang? Haruskah pernikahan dijelang untuk saling menyakiti dan menunjukkan siapa yang lebih berkuasa dalam rumah tangga?

Haruskah pernikahan dijelang demi prestise semata dengan pesta yang teramat meriah sementara pernikahannya hanya seumur jagung dan tanpa makna?

Sudah jadi tradisi sebuah pernikahan dikampung - kampung yang dirayakan dengan amat meriah, orkes dangdut semalam suntuk yang memekakan telinga, layar tancap, pesta 3 hari 3 malam. Ada juga yang sampai 7 hari 7 malam dan yang lebih mengejutkan lagi, keluarga-keluarga yang ekonominya pas-pasan pun saat menikahkan anak gadisnya seolah tidak mau kalah meriah, entah darimana uangnya. Mereka lebih memilih menikahkan anak-anaknya yang masih usia sekolah dengan meriah dibanding harus mengeluarkan biaya untuk sekolah anak-anaknya. Alasannya katanya supaya beban tanggungjawab biaya terlepas, padahal kenyataan yang ada malah sebaliknya, anak - anak gadis mereka banyak yang cerai dan kembali pulang ke rumah orang tuanya dengan membawa anak. Bukankah itu namanya malah bukan memperingan biaya tapi malah menambah biaya dan beban bagi orangtua nya? Itu juga terjadi dikampung jauh di belakang komplek perumahan saya, karena pembantu kami dulu berasal dari sana, jadi saya sering mendengar ceritanya dari beliau.

Haruskah pernikahan dijelang tanpa persiapan, pemahaman agama, komitmen dan konsep yang jelas tentang segala hal dalam rumah tangga?

Haruskah pernikahan dijelang tanpa melibatkan Allah dalam setiap doa kita untuk mendapatkan jodoh yang terbaik menurut pandangan Allah? Karena yang terbaik menurut kita belum tentu terbaik dalam pandangan Allah.

Tentu saja jawaban dari semua pertanyaan itu adalah. TIDAK....

Pernikahan dijelang TIDAK untuk saling menyakiti, TIDAK untuk saling menonjolkan diri siapa yang lebih berkuasa dan siapa yang tidak, pernikahan dijelang bukan untuk unjuk kekuasaan, bukan untuk kenikmatan sesaat..dan masih banyak lagi.

Seperti yang ditulis Al- Imam Fakhrudddin Ar-Razi yang saya kutip dari buku "Wawasan Al- Quran" Bab Pernikahan Karya Dr.M.Quraish Shihab,

"Keberhasilan Perkawinan tidak tercapai kecuali jika kedua belah pihak memperhatikan hak pihak lain. Tentu saja hal tersebut banyak, antara lain adalah bahwa suami bagaikan pemerintah, dan dalam kedudukannya seperti itu, dia berkewajiban untuk memperhatikan hak dan kepentingan rakyatnya ( istrinya ). Istri pun berkewajiban untuk mendengar dan mengikutinya, tetapi disisi lain perempuan mempunyai hak terhadap suaminya untuk mencari yang terbaik ketika melakukan diskusi."

Selain itu pula, Abdul Halim Abu Syuqqah dalam bukunya "Kebebasan Wanita" mendeskripsikan keadaan laki-laki dan perempuan dalam perkawinan dengan amat indahnya:

"Laki-laki adalah benteng keamanan yang dapat dipercaya, yang penuh dengan rasa cinta dan kasih saying, yaitu tempat si wanita ( istri ) mencari ketenangan dan ketentraman. Dan wanita adalah lahan subur yang sejuk dan rindang, yang penuh dengan rasa cinta dan kasih sayang, yaitu tempat si laki-laki ( suami ) mencari ketenangan dan ketentraman.

Sesungguhnya kebesaran laki-laki tampak dalam persahabatannya dengan wanita ( istri ) yang saleh, hingga ia berhasil dalam kerja nya, dan berjuang keras untuk menjunjung tinggi bangsanya dan membangun umatnya.

Dan kebesaran wanita hanya muncul dan bersinar dalam persahabatannya dengan suami yang saleh, sehingga ia menjadi matahari yang menyinari, merpati yang mengepakkan sayap, bunga yang harum semerbak, dan tempat tinggal yang menyenangkan."

Para wanita, termasuk saya tentunya, siapkah menjadi matahari yang menyinari..merpati yang mengepakkan sayap, bunga yang harum semerbak dan tempat tinggal yang menyenangkan nanti disaat pernikahan itu tiba di depan mata?

Para lelaki...siapkah menjadi benteng keamanan yang dapat dipercaya ? Dan bisa menjadi sahabat tempat berdiskusi segala hal dengan istri...?

Semua tergantung kita...yang akan menjalaninya.. jawabannya... cukup dihati saja...

Semoga tidak ada lagi yang terdzalimi..


Saat pagi menjelang siang, still at my desk..
dini@mipp.ntt.net.id

 

Post a comment

From: "Choironi, Umul"
Subject: Ngabuburit - kisah akhlaqi (3)

UJUB

IMAM 'Atha al-Sulami membawa kain tenunannya ke pekan untuk dijual
kepada
seorang penjual kain. Kain itu satu-satunya hasil tenunannya yang
dianggapnya terbaik di antara yang lain, kerana tenunannya telah
dikerjakannya dengan tekun dan berhati-hati, dengan sepenuh daya
kreativitas.
Dia cukup puas hati dengan hasil tenunannya itu.

Penjual kain yang dikunjunginya di pekan itu membolak-balik kainnya
itu.
"Tuan akan jual kain ini? Berapa harganya?", tanya penjual kain itu.
"Sepatutnya harga kain ini lebih mahal. Tapi aku bersyukur, jika
harganya
sama dengan harga kain biasa yang pernah engkau beli." jawab 'Atha
al-Sulami.

Pekedai kain itu menggeleng-geleng dan tersenyum sumbing.
"Tapi kain ini rendah mutunya. Tenunannya tidak rapi, tidak halus,
corak dan warnanya tidak menarik. Ukurannya pun lebih kecil daripada
ukuran
biasa.
Jika tuan tidak percaya ucapan saya, tuan boleh tanya orang lain.
Bawalah
kain ini kepada penjual kain yang lain."

Imam 'Atha al-Sulami merasa sedih dan kecewa. Dia membisu.
"Bagaimana pun, hamba boleh beli kain ini, tapi dengan harga yang murah
sahaja".

Tanpa bertanya tentang harga yang sanggup dibayar oleh penjual itu,
pelan-pelan Imam 'Atha al-Sulami melangkah ke luar kedai. Tiba-tiba
dia
terduduk di warung kaki lima, lalu menangis. Kepalanya yang tertunduk
tersengguk-sengguk digoncang oleh sedu-sedan tangisannya itu.

Melihat keadaan itu, tercetus rasa simpati di hati penjual kain,
lalu dia segera menghampiri Imam 'Atha al-Sulami.
"Sampai begitu sekali kesedihan tuan? Tadi, hamba berkata benar, mutu
kain
tuan itu rendah. Rugi hamba kalau membelinya dengan harga biasa.
Maafkan
hamba".

Imam 'Atha al-Sulami menangis terus, seolah kehadiran penjual itu
tidak
disadarinya. Penjual kain tertunduk resah.
"Baiklah. Berikan kepadaku kain itu. aku beli kain itu dengan harga
biasa. Aku sanggup membelinya semata-mata kerana aku mau menyenangkan
hati tuan. Aku kasihan melihat keadaan tuan terlalu sedih sampai
menangis
begitu rupa. Jika tangisan tuan itu kerana aku, maafkanlah aku..."

"Tidak. Aku sedikit pun tidak merasa kecil hati kepadamu," 'Atha
al-Sulami
berbicara dengan suara serak. "Malah, aku bersyukur, kerana tindakaanmu
tadi
sungguh-sungguh telah menginsafkan aku".

"Jadi, tuan menangis bukan kerana kecewa kerana menawarkan harga kain
itu
dengan yang lebih rendah daripada biasa?"

Imam 'Atha al-Sulami mengangguk dalam tangisannya yang berterusan. .
"Kalau begitu, kenapa tuan menangis?".

"Aku menangis kerana sedih mengingatkan amal ibadatku. Kain hasil
tenunanku
ini kebetulan ada persamaannya dengan hasil amalan ibadatku selama
ini".

"Ajaib. Bertambah ajaib. Bagaimana kain itu ada persamaannya dengan
ibadat
tuan?"

"Begini. Kain ini aku tenun sebaik-baikya. Seberapa mungkin aku
bertekun
mengusahakannya supaya mutunya baik. Dan, sebelum ini aku rasa kain
ini
cukup baik, bahkan lebih baik daripada hasil tenunanku sebelumnya,
tidak
ada cacat-cederanya. Tetapi sekarang barulah aku sedar, apabila dibawa
kepada orang yang pakar dalam hal kain seperti engkau, rupa-rupanya
kain ini
banyak cacat cederanya, rendah mutunya".

Kepala Imam 'Atha al-Sulami tertunduk kembali, menahan sedu
tangisannya.
Ternyata, kesan kesedihannya masih ada dikalbunya. Hal ini kentara
sekali
kepada penjual kain itu.

"Jadi betullah, tuan bersedih dan menangis kerana hamba ...."

"Tidak!". Imam 'Atha al-Sulami cepat memotong cakap penjual kain itu.

"Aku menangis apabila teringat, betapa amal ibadatku dinilai oleh Allah
Taala pada hari Kiamat nanti. Selama ini aku berpuas hati dengan amal
ibadatku, sebagaimana aku berpuas hati dengan hasil tenunanku ini.
Allah
Taala yang Maha Melihat dan Maha Mengetahui, sama ada yang nyata atau
yang
ghaib, yang lahir atau yang batin; sudah pastilah segala 'ujub atau
cacat-cedera amal ibadatku kentara kepada-Nya. Bandingannya, cacat-cela
kain
ini kentara kepadamu yang tahu menilainya"

Dia tertunduk pula. Kesedihan masih tersisa di dalam dadanya.
"Kerana kelalaianku, tidak pernah terfikir di benakku tentang ketidak-
semprnaan amal ibadatku, kecuali setelah engkau menyatakan ketidak-
semprnaan kain ini. Sekarang aku takut amal ibadatku menjadi sia-sia
saja, kerana selama ini rasa ujub, bangga dan rasa puas hati yang telah
bersarang di dalam kalbuku terhadap amal ibadatku. Aku bimbang, amal
ibadatku rendah mutunya, sama dengan kerendahan mutu kain ini. Itulah
yang
menyebabkan aku bersedih dan ...."

Kepalanya tertunduk pula, menahan serangan kesedihan yang kembali
memburaikan tangisannya.

 

Post a comment

Siapa diri sebenarnya?

Bismillahirrahmannirahim,


"Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Maka apabila
telah
Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepada roh (ciptaan)Ku"
(Q.S. Shad 38:71-72)


Allah mengingatkan bahwa jasad itu dikaitkan dengan tanah, sedangkan
ruh
dikaitkan dengan Allah. Akhlak merupakan ungkapan tentang kondisi jiwa,
yang
begitu mudah bisa menghasilkan perbuatan, tanpa membutuhkan pemikiran
dan
pertimbangan. Jika perbuatan itu baik, maka disebut akhlak yang baik,
dan
sebaliknya jika ia begitu mudah menghasilkan perbuatan buruk tanpa
pemikiran dan
pertimbangan maka disebut dengan akhlak yang buruk. Itulah diri kita
sebenarnya.
Dimanakah cermin diri kita sebenarnya?, dapat diukur dari
kesehari-hariannya dan
hanya diri sendiri yang mengetahui.


Raga atau jasad bisa diketahui dengan penglihatan mata, sedangkan jiwa
bisa
mengetahui dengan bashirah (mata hari). Masing-masing memiliki bentuk
dan
gambaran sendiri-sendiri, bisa baik dan bisa buruk. Semoga Allah
membimbing diri
dan keluarga menunjukkan jalan Illahi dengan bertambahnya amal ibadah
dan rasa
takut kepada Illahi dkarenakan kadar keimanannya. Selamat berjuang
membuat jalur
kebaikan akhlak. ***


"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila
disebut
Allah, gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka
ayat-ayat-Nya,
bertambah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal
(Q.S. Al-Anfal 8:2)
----------------------------------------------------------------------
"Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada
cahaya-Nya
siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan perumpamaan
bagi
manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu" (Q.S. An Nuur
24:35).

"Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku satu ungkapan tentang Islam,
yang saya tidak memintanya kepada siapapun kecuali kepadamu."
Rasulullah saw
bersabda, "Katakanlah, 'Aku beriman kepada Allah,' kemudian
Istiqamahlah." (H.R.
Muslim)

 

Post a comment

Berbuka & Sahur Secara Sehat..!

Kirim Teman | Print Artikel



a.. BANYAK orang takut berpuasa, karena khawatir dengan
gangguan maagnya. Sedang tidak berpuasa saja maag sering kambuh, apalagi bila
menahan makan dan minum selama lebih dari sepuluh jam.
Namun, ternyata ada juga yang punya gangguan serupa tetapi tetap
menjalankan puasa, dan tidak pernah mengalami keluhan perih dan nyeri
ulu hati.

Puasa dengan gangguan kesehatan telah sering dibahas
keterkaitannya. Namun orang jarang menyadari, berbuka atau makan sahur berperan
penting untuk menjaga kesehatan. Berbuka dan makan sahur yang kurang benar
justru akan menimbulkan gangguan kesehatan. Karena itu, sebenarnya
menunda atau membatalkan kegiatan saat Ramadhan adalah tidak tepat. Kalau
orang merasa lesu, lemah, serta kurang berkonsentrasi, sebenarnya itu
tidak terkait langsung dengan ibadah puasanya melainkan oleh pola makan
yang berubah. Dari tiga kali sehari menjadi dua kali, makan sahur dan
buka.

Puasa tidak harus menimbulkan gangguan kesehatan, bahkan dalam
banyak kasus justru membuat tubuh bugar. Untuk itu memang diperlukan
pengaturan buka puasa dan makan sahur yang benar, karena berbuka dan makan
sahur tidaklah sekadar memasukkan makanan.

Selama berpuasa, kadar gula dalam darah lebih rendah dibanding
keadaan tidak berpuasa. Padahal, gula merupakan sumber tenaga yang segera
dapat digunakan. Gula inilah yang perlu segera diperoleh saat berbuka
puasa. Tetapi jangan berlebihan, sebab akan mengganggu kenikmatan
menyantap menu utama.

Jangan Es!

a.. Ada kebiasaan salah yang dilakukan sebagian orang, yaitu
minum air es atau es yang dicampur ke dalam minuman sebelum menyantap
makanan lain.
Hal ini sebenarnya sangat merugikan, karena es dapat menahan rasa
lapar. Akibatnya hidangan lain yang lebih bergizi bisa tidak disantap,
sehingga mengurangi asupan zat gizi yang diperlukan.

Sebaiknya saat berbuka dimulai dengan minuman manis hangat dan
makanan ringan yang mudah dicerna. Bisa teh manis, sirop, ditemani kurma,
pisang goreng, atau sale pisang. Setelah kadar gula darah
berangsur-angsur normal bisa dilakukan sholat maghrib.

Selang setengah jam barulah dilanjutkan dengan makanan lengkap.
Makanlah secukupnya saja. Dua jam kemudian, setelah shalat tarawih,
dapat dilanjutkan dengan hidangan yang masih tersisa.

Makan sahur pun jangan dianggap sepele. Tidak jarang orang enggan
bangun untuk sahur. Padahal, makan sahur bukan sekadar agar saat
berpuasa tidak merasa lapar melainkan untuk mengimbangi zat gizi yang tidak
diperoleh tubuh selama sehari berpuasa. Karena itu, makan sahur tidak
boleh sekadar kenyang tetapi harus bergizi tinggi.

Jadi, hidangan untuk makan sayur harus bisa menjadi cadangan
kalori dan protein tinggi serta membuat lambung tidak cepat hampa makanan.
Dengan demikian, rasa lapar tidak cepat dirasakan. Makanan yang cukup
mengandung protein dan lemak adalah nasi, telur, dendeng, rendang, ikan,
dan tentu saja sayur-sayuran.

Kebutuhan energi

a.. Kadang-kadang puasa dihubungkan dengan menurunnya gairah
kerja. Padahal, puasa secara fisiologis tidak mengganggu kesehatan.
Masalah lapar dan haus itu lebih merupakan conditioned reflex
yang dapat diatur. Dengan kata lain, rasa lapar dan haus bukanlah tanda
mutlak dari kebutuhan tubuh akan makanan.

Kebutuhan energi, untuk bekerja misalnya, bisa dipenuhi dari
cadangan energi pada hati, otot, lemak di bawah kulit, dan lain-lain.
Justru berpuasa merupakan kesempatan memobilisasi timbunan lemak. Puasa juga
mengistirahatkan ''mesin pencernaan''beberapa jam.

Bahkan, puasa punya dampak positif lain. Dr Otto Buchringer
berdasarkan salah satu hasil penelitiannya menyebutkan, berpuasa dapat
meremajakan sel-sel tubuh yang menua. Pernyataan ini dilandasi oleh teori
zat sisa (free radicals). Zat sisa yang berperan dalam kerusakan sel
justru akan berkurang bila seseorang berpuasa.

Hal ini didukung oleh penelitian Allan Cott MD yang disusun dalam
sebuah buku berjudul Why Fast, yang membeberkan manfaat puasa dalam
kaitannya dengan kecantikan dan awet muda. Ia antara lain menyebutkan,
berpuasa memberikan kesan awet muda, membersihkan badan, menurunkan
tekanan darah dan kadar lemak, mengendalikan libido, mengendorkan ketegangan
jiwa, menajamkan indera serta dapat memperlambat proses ketuaan.

Yang jelas, dengan berbuka dan sahur secara sehat, berbagai
gangguan kesehatan bisa dihindari. Tentu tidak berarti semua orang yang
menderita sakit boleh berpuasa, karena semua itu tergantung kondisi
penyakitnya yang akan ditentukan oleh dokter.

DR H ANIES MKK PKK Dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas
Kedokteran Universitas Diponegoro

 

Indahnya Qiyamul Lail

Post a comment

WAKTU QIYAMUL LAIL

Shalat malam boleh dilakukan setelah shalat Isya' hingga
sholat subuh. Namun, ada sejumlah waktu utama untuk melakukan
qiyamul lail

1.Sepertiga Malam Terakir
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Berkata ;
" Pada tiap malam, Allah Tabaraka wa Ta'ala turun kelangit
dunia, ketika malam tinggal tersisa sepertiga terakhir,
lalu berfirman,"Siapa yang berdoa kepada-Ku, lalu Aku
kabulkan doanya? Siapa yang minta kepada-Ku, lalu Aku
berikan permintaannya? Siapa yang minta ampun kepad-Ku,
lalu Aku ampuni dia" ( Diriwayatkan Muslim )

2.Tidur di Separoh Malam, Qiyamul lail di Sepertiga Malam,
dan Tidur lagi di Seperenam Malam
Rasulullah saw bersabda,
" Shalat yang paling dicintai Allah ialah sholat Nabi Dawud
Alaihis-Salam dan puasa yang paling baik ialah puasa Nabi
Dawud. Beliau tidur diseparoh malam, qiyam disepertiganya
dan tidur lagi diseperenamnya " ( Diriwayatkan Bukhari )

3.Qiyamul Lail sesuai dengan kondisi tubuh
Diriwayatkan dari Ummu Salamah Radhiyallahu Anha, yang berkata,
" Rasulullah saw sholat malam, lalu tidur lagi selama waktu
yang beliau pakai sholat malam, lalu sholat malam lagi
selama waktu yang beliau pakai untuk tidur, lalu tidur
lagi selama waktu yang beliau pakai untuk sholat malam
hingga sholat subuh " ( Diriwayatkan seluruh sunan,
At Tirmidzi berkata, hadits ini hasan shahih )

Disadur " Nikmatnya Qiyamul Lail - Bassam Athiyah,MA

 

Ttg tidur

Post a comment

Ttg tidur dan shalat tahajjud :
http://www.geocities.com/harakahdalnet/kajian.htm

http://hidayahnet.tripod.com/archives/tahajud.html

Ttg tidur yg sehat dan teladan rasulullah :
http://www.alislam.org/indonesia/pustaka/articles/tidur_sehat.html

Juga ttg tidur Rasulullah:
http://www.mains.gov.my/Pkmains/ar_renungan.html

Tata cara tidur Rasulullah (tidak begitu jelas):
http://www.alislam.or.id/konsultasi/archives/00000233.html

Cerita ttg Mimpi bertemu Rasulullah :
http://www.geocities.com/soid_my/MIMPIR~1.HTM

 

KASIH SAYANG ALLAH

Post a comment

Pengajian: KASIH SAYANG ALLAH

Imam Ar Razi, ahli tafsir terkemuka (w.604), ketika menafsirkan ayat "
al
rahamaan al rahiim "(QS:1:3), menyebutkan dua kisah yang sangat
mengesankan
dan menunjukkan betapa Allah SWT, maha Pengasih dan maha Penyayang :

Kisah pertama, adalah pengalaman orang saleh bernama Ibrahim bin Adham.
Dikisahkan bahwa suatu hari Ibrahim bin Adham menamu pada suatu kaum.
Kaum
itu menyembutnya dengan senang hati. Kapadanya mereka menyuguhi makanan
yang
enak. Tapi ketika Ibrahim hendak mulai menikmatinya tiba-tiba datang
seekor
burung gagak mengambil makanan tersebut. Ibrahim segera melihat bahwa
pasti
ada suatu yang aneh dari tindakan burung itu. Ibrahim seketika bangkit
dan
mengikuti kemana arah burung itu terbang. Tak beberapa jauh dari
pandangan
Ibrahim, gagak itu nampak menjatuhkan makanan yang dibawanya ke suatu
tempat. Ibrahim mendekati arah jatuhnya makanan. Setibanya di tempat
yang ia
tuju, Ibrahim ternyata menyaksikan seorang yang sedang diikat dalam
keadaan
telentang di bawah rindang sebuah pohon. Dan ternyata makanan yang
dilemparkan burung gagak itu langsung jatuh tepat ke mulutnya. Ibrahim
segera mengagungkan Allah, yang telah menyelamatkan hambanya, yang
sangat
tak berdaya, di manan secara akal ia tidak akan bisa melanjutkan
hidupnya.
Namun karena Allah menghendakinya, Allah kirimkan gagak sebagai salah
satu
tentaraNya utunk membantunya.

Kisah kedua, terjadi pada seorang saleh bernama Dzin Nun. Simaklah
Dzin Nun
bercerita : " Suatu hari saya gelisah diam di rumah. Saya mencoba
keluar.
Entah kemana arah yang saya tuju. Saya ikuti gerak langkah kaki tanpa
sebuah
kepastian. Kok tiba-tiba saya terdampar di tepi sungai Niel. Di sana
saya
lalu menykasikan seekor Kalajengking yang begitu besar dan kekar. Ia
berjalan dengan cepat menuju sungai Niel. Saya ikuti arah jalannya. Dan
ternyata di tepi sungai itu sudah ada seekor kodok yang nampak sedang
menunggunya. Kalajengking tersebut langsung melompat ke punggung kodok
itu.
Dan kodok segera membawanya ke arah tepi sungai yang lain. Saya segera
mengmabil perhau kecil dan berangkat menuju ke arah yang dituju kedua
binatang itu. Setibanya di tepi sungai, Kalajengking segera melompat ke
daratan dan bergerak menuju ke arah tertentu. Pandangan saya terus
terkonsentrasi mengikutinya. Di arah yang sama saya melihat seorang
anak
muda yang sedang tidur di bawah pohon. Pun saya melihat seekor ular
yang
sedang mendekati untuk menyambarnya. Kelajengking nampaknya bergegas
menuju
ke sana. Tak lama kemudian saya melihat sebuah pertarungan yang sengit
antara Kalajengking dan ular itu. Pertarungan yang cukup lama membuat
keduanya sama-sama mati. Dan anak muda selamat dari sambaran ular".
(Mafaatiihul Ghaib, oleh Imam Ar Razi, Jilid:1,hal:237) Maha suci Allah
yang
yang telah mengutus seekor Kalajengking dan seekor kodok untuk
menyelamatkan
hambaNya yang tak berdaya.

Dalam keseharian hidup - disadri atau tidak - kita sering mengalami
pertolongan Allah, terutama saat kita berada dalam posisi yang sangat
sulit.
Kita sering dimanja dengan kasih sayangNya. Tapi kita sering
melupakannya.
Bahkan kita sering menganggap bahwa keberhasilan yang kita capai itu
karena
kehebatan kita. Akibatya kita sering sombong dengan nikmat-nikmat yang
sebenarnya hanyalah karunia Allah SWT. Akibatnya lagi, kita begitu
mudah
melanggar hukum-hukumNya, dengan berbagai alasan yang kita bikin
sendiri.

Dr. Amir Faishol Fath.

 

INGATLAH SELALU!!

Post a comment

INGATLAH SELALU!

Bertakwalah kepada Allah jika engkau lalai.
Rezeki datang dari arah yang tidak kau ketahui.
Betapa engkau takut melarat sedang Allah pemberi rezeki.
Dia memberi rezeki kepada burung dan ikan di laut.
Barang siapa mengira rezeki datang lewat kekuatan,
Tentu burung pipit tidak akan kebagian karena ada burung rajawali.
Jauhilah kecenderungan dunia karena engkau tidak tahu,
Jika malam tiba apakah kau akan hidup sampai pagi?
Berapa banyak orang mati tanpa mengalami penyakit.
Dan betapa orang yang sakit-sakitan berusia panjang.
Betapa banyak anak muda tertawa-tawa pagi dan petang.
Sedangkan kain kafannya ditenun oleh gaib.
Barangsiapa hidup seribu atau dua ribu tahun,
Pasti pada suatu hari ia akan masuk ke liang kubur.

(Abdul Aziz Salim Basyarahil)

 

Hikmah Shalat Khusyuk

Post a comment

Senin, 29 September 2003 Tausiyah Aa Gym di Republika
Hikmah Shalat Khusyuk

Saat terindah bagi seorang pecinta adalah ketika ia bertemu, bercengkrama, dan berdialog dengan orang yang dicintainya. Ketika itu, segala beban hidup dan kenestapaan akan hilang seketika. Bagi para shalihin, bertemu Allah lewat shalat adalah saat yang paling dinantikan, karena pada waktu itulah ia bisa mencurahkan semua isi hati dan bermi'raj menuju Allah. Walau demikian, ia akan kembali lagi ke alam realitas untuk mengaplikasikan nilai-nilai yang didapat dari shalatnya. Inilah makna sesungguhnya dari khusyuk.

Khusyuk dalam shalat merupakan sebuah keniscayaan. Allah SWT berfirman dalam QS. Al Mukminun: 1-3, "Beruntunglah orang-orang yang beriman yaitu orang yang khusyuk dalam shalatnya dan yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna".

Di lain pihak Rasulullah bersabda: Ilmu yang pertama kali diangkat dari muka bumi ialah kekhusyuan. (HR. At-Tabrani ) Dua keterangan di atas setidaknya mengadung pesan bahwa shalat seharusnya mampu membawa perbaikan kualitas hidup kita. Dengan kata lain, bila kita ingin sukses dan ingin berhasil dalam hidup ini, maka kuncinya adalah punya iman dan mampu khusyuk dalam shalat. Siapa pun di antara kita yang tidak pernah meneliti kualitas shalatnya, besar kemungkinan ia tidak akan sukses dalam hidup.

Dalam surat yang lain, Allah bersabda, "Celakalah orang yang shalat, yaitu orang yang lalai dalam shalatnya" (QS. Al Ma'un: 4-5). Redaksi ayat tersebut bukan fi tapi an, yang menggambarkan bahayanya lalai sesudah shalat. Khusyuk ketika shalat hanya memakan waktu sekitar satu jam, sedangkan sehari 24 jam.

Karenanya, tidak mungkin shalat itu hanya efektif untuk yang satu jam. Yakinlah bahwa shalat yang satu jam harus bagus dan sisanya yang 23 jam harus lebih bagus lagi. Maka orang yang shalatnya khusyuk adalah orang yang mampu berkomunikasi dengan baik ketika shalat, dan sesudah shalat ia betul-betul produktif berbuat kebaikan terhadap umat.

Lalu, apa hikmah shalat yang bisa kita dapatkan? Pertama, Allah mengingatkan kita lima kali sehari tentang waktu. Orang yang khusyuk dalam shalatnya dapat dilihat dari sikapnya yang efektif menggunakan waktu. Ia tidak mau waktunya berlalu sia-sia, karena ia yakin bahwa waktu adalah nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada manusia. Pelajaran kedua dari shalat adalah kebersihan.

Tidak akan pernah diterima shalat seseorang apabila tidak diawali dengan bersuci. Hikmahnya, orang yang akan sukses adalah orang yang sangat cinta dengan hidup bersih. Dalam QS. As Syams: 9-10 Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan dirinya dan sesungguhnya sangat merugi orang yang mengotori dirinya". Dengan kata lain, siapa yang shalatnya khusyuk maka ia akan selalu berpikir bagaimana lahir batinnya bisa selalu bersih.

Mulai dari dhahir, rumah harus bersih. Bersih dari sampah, dari kotoran, dan bersih dari barang-barang milik orang lain. Sikap pun harus bersih. Mata, telinga, dan juga lisan harus bersih dari maksiat dan hal-hal yang tak berguna. Dan yang terpenting pikiran dan hati kita harus bersih. Bersihnya hati akan memunculkan kepekaan terhadap setiap titik dosa, dan inilah awal dari kesuksesan.

Ketiga, sebelum memulai shalat kita harus memasang niat. Niat sangat penting dalam ibadah. Diterima tidaknya sebuh ibadah akan sangat dipengaruhi oleh niat. Seorang yang shalatnya khusyu akan selalu menjaga niat dalam setiap perbuatan yang dilakukannya. Ia tidak mau bertindak sebelum yakin niatnya lurus karena Allah. Ia yakin bahwa Allah hanya akan menerima amal yang ikhlas. Apa ciri orang ikhlas? Ia jarang kecewa dalam hidupnya. Dipuji dicaci, kaya miskin, dilihat tidak dilihat, tidak akan berpengaruh pada dirinya, karena semua yang dilakukannya mutlak untuk Allah.

Setelah niat, shalat memiliki rukun yang tertib dan urutannya. Jadi, hikmah keempat dari orang yang khusyuk dalam shalatnya adalah cinta keteraturan. Ketidakteraturan hanya akan menjadi masalah. Shalat mengajarkan kepada kita bahwa kesuksesan hanya milik orang yang mau teratur dalam hidupnya. Orang yang shalatnya khusyuk dapat dilihat bagaimana ia bisa tertib, teratur, dan
prosedural dalam hidupnya.

Kelima, hikmah dari manajemen shalat yang khusyuk adalah tuma'ninah. Tuma'ninah mengandung arti tenang, konsentrasi, dan hadir dengan apa yang dilakukan. Shalat melatih kita memiliki ritme hidup yang indah, di mana setiap episode dinikmati dengan baik. Hak istirahat dipenuhi, hak keluarga, hak pikiran dipenuhi dengan sebaiknya. Rasulullah pun menganjurkan kita untuk proporsional dalam beragama, karena itu salah satu tanda kefakihan seseorang. Bila ini bisa kita lakukan dengan baik insya Allah kita akan mendapatkan kesuksesan yang paripurna., yaitu sukses di kantor, sukses di keluarga, dan sukses di masyarakat.

Keenam, shalat memiliki gerakan yang dinamis. Sujud adalah gerakan paling mengesankan dari dinamisasi shalat. Orang menganggap bahwa kepala merupakan sumber kemuliaan, tapi ketika sujud kepala dan kaki sama derajatnya. Bahkan setiap orang sama derajatnya ketika shalat. Ini mengandung hikmah bahwa dalam hidup kita harus tawadhu. Ketawadhuan adalah cerminan kesuksesan mengendalikan diri, mengenal Allah, dan mengenal hakikat hidupnya. Bila kita tawadhu (rendah hati) maka Allah akan mengangkat derajat kita. Kesuksesan seorang yang shalat dapat dilihat dari kesantunan, keramahan, dan kerendahan hatinya. Apa cirinya? Ia tidak melihat orang lain lebih rendah daripada dirinya.

Hikmah terakhir dari shalat yang khusyuk adalah salam. Shalat selalu diakhiri dengan salam, yang merupakan sebuah doa semoga Allah memberikan keselamatan, rahmat, dan keberkahan bagimu. Ucapan salam ketika shalat merupakan garansi bahwa diri kita tidak akan pernah berbuat zalim pada orang lain. Ini adalah kunci sukses, karena setiap kali kita berbuat zalim, maka kezaliman itu akan kembali pada diri kita.

Inilah tujuh hikmah yang bisa kita ambil dari manajemen shalat khusyuk. Bila kita mampu mengaplikasikannya, insya Allah kesuksesan dunia dan akhirat ada dalam genggaman kita. Wallahu a'lam bish-shawab

 

Pelajaran dari Kupu2

Post a comment

Bismillahirrohmaanirrohiim.........
Semoga kisah berikut ini bermanfaat untuk kita semua.
amiiin........
==========================================


Ketika menuruni tangga menuju lapangan parkir, aku menemukan seekor kupu-kupu indah terperangkap dekat kaca jendela. Kupu-kupu itu terus terbang
menabrak kaca jendela mencari jalan keluar. Aku mengulurkan tanganku mencoba menolongnya, tetapi ia hanya hinggap sejenak lalu terbang lagi dan kembali menabrak kaca jendela. Kemudian aku mencoba menghalaunya agar keluar dari pintu, tapi ia terus saja menabrak kaca jendela. Akhirnya aku menangkapnya dan membawanya dengan aman ke alam bebas.
Ketika aku membuka tangan untuk melepaskannya, terpikir olehku kadang alangkah miripnya tindakan kita dengan kupu-kupu itu. Dalam ketakutan dan
ketidaksabaran kita, sering kita melawan bimbingan ALLOH dan melakukan usaha yang sia-sia. Padahal jika kita mau sejenak berdiam diri, ikhlas dan pasrah pada
ALLOH, kita akan merasakan pertolonganNYA yang membawa kita mengatasi rintangan-rintangan menuju kebahagian yang telah disediakanNYA untuk kita......

 

WasiaT AL UlamA' UL MujahidiN, AS SyahiD SyeikH DR AbdullaH AzzaM

Post a comment

http://izzatulmuslimin.sinfree.net/wasiatazzam.htm

 

Post a comment

Kisah Seekor Burung Pipit

Ketika musim kemarau baru saja mulai, seekor Burung Pipit mulai merasakan
tubuhnya epanasan, lalu mengumpat pada lingkungan yang dituduhnya tidak
bersahabat. Dia lalu memutuskan untuk meninggalkan tempat yang sejak dahulu
menjadi habitatnya, terbang jauh ke utara yang konon kabarnya, udaranya selalu
dingin dan sejuk.Benar, pelan pelan dia merasakan kesejukan udara, makin ke
utara makin sejuk, dia semakin bersemangat memacu terbangnya lebih ke utara
lagi.

Terbawa oleh nafsu, dia tak merasakan sayapnya yang mulai tertempel salju,
makin lama makin tebal, dan akhirnya dia jatuh ke tanah karena tubuhnya
terbungkus salju.Sampai ke tanah, salju yang menempel di sayapnya justru
bertambah tebal. Si Burung pipit tak mampu berbuat apa apa, menyangka bahwa
riwayatnya telah tamat.Dia merintih menyesali nasibnya. Mendengar suara
rintihan, seekor Kerbau yang kebetulan lewat datang menghampirinya. Namun si
Burung kecewa mengapa yang datang hanya seekor Kerbau, dia menghardik si Kerbau
agar menjauh dan mengatakan bahwa makhluk yang tolol tak mungkin mampu berbuat
sesuatu untuk menolongnya.

Si Kerbau tidak banyak bicara, dia hanya berdiri, kemudian kencing tepat diatas
burung tersebut. Si Burung Pipit semakin marah dan memaki maki si Kerbau.
Lagi-lagi Si kerbau tidak bicara, dia maju satu langkah lagi, dan mengeluarkan
kotoran ke atas tubuh si burung. Seketika itu si Burung tidak dapat bicara
karena tertimbun kotoran kerbau. Si Burung mengira lagi bahwa mati tak bisa
bernapas.

Namun perlahan lahan, dia merasakan kehangatan, salju yang embeku pada bulunya
pelan pelan meleleh oleh hangatnya tahi kerbau, dia dapat bernapas lega dan
melihat kembali langit yang cerah. Si Burung Pipit berteriak kegirangan,
bernyanyi keras sepuas puasnya-nya.Mendengar ada suara burung bernyanyi, seekor
anak kucing menghampiri sumber suara, mengulurkan tangannya, mengais tubuh si
burung dan kemudian menimang nimang, menjilati, mengelus dan membersihkan
sisa-sisa salju yang masih menempel pada bulu si burung. Begitu bulunya bersih,
Si Burung bernyanyi dan menari kegirangan, dia mengira telah mendapatkan teman
yang ramah dan baik hati.

Namun apa yang terjadi kemudian, seketika itu juga dunia terasa gelap gulita
bagi si Burung, dan tamatlah riwayat si Burung Pipit ditelan oleh si Kucing.

Dari kisah ini, banyak pesan moral yang dapat dipakai sebagai pelajaran:

1. Halaman tetangga yang nampak lebih hijau, belum tentu cocok buat kita.
2. Baik dan buruknya penampilan, jangan dipakai sebagai satu satunya ukuran.
3. Apa yang pada mulanya terasa pahit dan tidak enak, kadang kadang bisa
berbalik membawa hikmah yang menyenangkan, dan demikian pula sebaliknya.
4. Ketika kita baru saja mendapatkan kenikmatan, jangan lupa dan jangan terburu
nafsu, agar tidak kebablasan.
5. Waspadalah terhadap Orang yang memberikan janji yang berlebihan.

-A Legend of a little sparrow-

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)

--